Call us now:
Apakah kamu penasarna berapa sebenarnya gaji magang di Jepang itu? Pertanyaan ini memang selalu jadi bahan pertimbangan utama bagi banyak anak muda Indonesia yang ingin mencoba pengalaman kerja di Negeri Sakura.
Walau gaji magang di sana cukup menggiurkan, faktanya biaya hidup di sana juga tidak bisa dianggap remeh seperti biaya di Indonesia. Oleh karena itu, kami akan membahas secara detail gajinya supaya kamu tau perhitungan untuk biaya hidup di Jepang.
Rata-Rata Gaji Magang di Jepang
Pihak kami mendapatkan informasi terkait gaji anak magang. Cuman, gajinya sangat bergantung pada jenis pekerjaan, lokasi, dan kebijakan perusahaan. Tapi, rata-rata gaji bulanan di kisaran ¥100.000–¥160.000 atau sekitar Rp11–16 juta.
Pada beberapa sektor khusus, terutama teknologi atau perusahaan multinasional, gaji bisa melonjak hingga ¥300.000 per bulan (Rp30 juta). Sebenarnya gaji tersebut sudah sangat layak hidup di Jepang tanpa perlu kerja sampingan.
Selain itu, ada juga sistem upah per jam yang mengikuti standar upah minimum per prefektur. Besarannya berkisar antara ¥951–¥1.163 per jam, atau sekitar Rp70–130 ribu. Artinya, semakin besar kota tempat kamu magang, semakin tinggi pula gaji minimum yang akan kamu terima.
Kategori Gaji | Kisaran Yen | Kisaran Rupiah |
---|---|---|
Rata-rata umum | ¥100.000–¥160.000 | Rp11–16 juta |
Perusahaan besar (IT/finansial) | ¥200.000–¥300.000 | Rp20–30 juta |
UMR per jam | ¥951–¥1.163 | Rp70–130 ribu |
Baca Juga: Gaji Kerja di Jepang, Setara Manager di Indonesia? Yuk Cek!
Gaji Magang Berdasarkan Sektor
Selanjutnya, mari kita bedah berapa gaji yang bisa didapatkan berdasarkan sektor kerja. Perbedaan antar bidang cukup signifikan, karena tingkat kesulitan dan kebutuhan tenaga kerja juga berbeda-beda.
Sektor | Kisaran Gaji (Yen) | Kisaran Rupiah | Keterangan |
---|---|---|---|
Manufaktur | ¥120.000–¥150.000 | Rp12–15 juta | Pabrik otomotif, elektronik, mesin |
Pertanian | ¥100.000–¥130.000 | Rp10–13 juta | Penanaman, pemanenan, pengolahan |
Konstruksi | ¥120.000–¥160.000 | Rp12–16 juta | Proyek bangunan, infrastruktur |
Jasa (hotel/restoran) | ¥100.000–¥140.000 | Rp10–14 juta | Hospitality, pariwisata |
Teknologi | ¥130.000–¥160.000+ | Rp13–16 juta (bahkan Rp30 juta) | IT, engineering, data science |
Terlihat bahwa sektor konstruksi dan teknologi menawarkan gaji lebih tinggi dibanding sektor lain. Namun, sektor pertanian biasanya menambah fasilitas seperti makan dan akomodasi gratis, sehingga meski gaji lebih kecil, biaya hidup bisa lebih ringan.
Gaji Magang Berdasarkan Lokasi
Selain pengaruh besar tingginya gaji magang dari sisi sektor, adapun pengaruh lokasi. Kota seperti Tokyo dan Osaka menawarkan gaji lebih tinggi dibanding wilayah pedesaan, tetapi biaya hidup juga jauh lebih mahal (berbanding lurus).
Lokasi | Kisaran Gaji (Yen) | Kisaran Rupiah | Catatan |
---|---|---|---|
Tokyo & sekitarnya | ¥130.000–¥160.000 | Rp14–16 juta | Gaji tinggi, biaya hidup mahal |
Osaka & Kansai | ¥120.000–¥150.000 | Rp13–15 juta | Lebih murah dari Tokyo |
Pedesaan (Tohoku, Kyushu) | ¥100.000–¥130.000 | Rp11–14 juta | Gaji kecil, banyak fasilitas gratis |
Kesimpulannya, tinggal di Tokyo memang menawarkan gaji besar, tetapi hampir seluruhnya habis untuk biaya hidup. Sementara itu, tinggal di pedesaan mungkin gaji lebih kecil, tetapi ada peluang menabung lebih banyak karena fasilitas gratis.
Tunjangan Bagi Pemagang
Selain gaji pokok, banyak perusahaan di Jepang memberikan tunjangan tambahan yang sangat membantu meringankan beban finansial peserta magang.
- Transportasi akan diberikan dalam bentuk subsidi penuh atau parsial untuk biaya kerata dan bus.
- Beberapa perusahaan telah menyediakan makan gratis di kantin atau tunjangan uang makan bulanan.
- Banyak perusahaan menyediakan asrama atau apartemen gratis dengan fasilitas dasar (umum).
- Peserta magang otomatis mendapatkan perlindungan asuransi kesehatan dan kecelakaan kerja.
Adanya tunjangan ini membuat posisi finansial lebih stabil, bahkan bagi yang menerima gaji standar.
Simulasi Biaya Hidup dari Gaji Magang
Mari lihat simulasi berikut:
- Skenario 1: Gaji standar ¥120.000
- Biaya hidup ¥100.000 → sisa tabungan hanya ¥20.000 (Rp2,4 juta).
- Skenario 2: Gaji tinggi ¥300.000 (teknologi/riset)
- Biaya hidup ¥150.000 → sisa tabungan mencapai ¥150.000 (Rp18 juta).
Artinya, peluang menabung baru benar-benar terasa jika kamu bekerja di sektor dengan gaji besar atau mendapat fasilitas lengkap dari perusahaan.
Pada akhirnya, gaji magang di Jepang rata-rata berada di kisaran ¥100.000–¥160.000 per bulan atau Rp11–16 juta. Jumlah ini cukup untuk biaya hidup harian, tapi tabungan sering kali terbatas. Namun, jika beruntung ditempatkan di sektor teknologi atau perusahaan multinasional dengan gaji hingga ¥300.000, kesempatan menabung sangat terbuka.
Oleh karena itu, penting sekali memilih lembaga pengirim resmi atau LPK SO agar peluang mendapatkan magang dengan gaji besar dan fasilitas lengkap semakin besar. Dengan persiapan yang matang, magang di Jepang bisa jadi pengalaman berharga sekaligus investasi masa depan.