Biaya Hidup di Jepang untuk Pekerja: Ini Faktanya, Bukan Katanya

Bagi calon pekerja yang ingin bekerja ke Jepang, sebaiknya ketahui dulu biaya hidup di Jepang untuk pekerja sebuan berapa, cari tahu disini.

Saat mendengar kata “Bekerja di Jepang”, banyak orang langsung membayangkan gaji besar diatas UMR. Namun, biaya hidup di Jepang untuk pekerja seringkali menjadi kejutan besar bagi mereka yang tak melakukan riset dahulu.

Walaupun gaji terlihat tinggi, kenyataannya pengeluaran sehari-hari bisa membuat saldo tabungan menipis jika tidak pandai mengatur keuangan.

Oleh karena itu, sebelum Anda benar-benar menjejakkan kaki di Jepang sebagai tenaga kerja asing, sangat penting untuk memahami rincian pengeluaran yang akan dihadapi setiap bulan. Dengan mengetahui estimasi biaya secara rinci, Anda bisa lebih siap, baik secara finansial maupun mental.

Perbedaan Biaya Hidup di Kota Besar vs Kota Kecil

Karena wilayah Jepang terbagi menjadi kota besar, menengah, dan kecil, maka biaya hidup pun sangat bervariasi tergantung lokasi tempat tinggal dan bekerja.

Kategori KotaContoh KotaBiaya Hidup Bulanan (Estimasi)
Kota BesarTokyo, Osaka, Nagoya¥120.000 – ¥150.000
Kota MenengahFukuoka, Sapporo¥90.000 – ¥120.000
Kota Kecil/IndustriOkayama, Shizuoka¥70.000 – ¥100.000

Biasanya, pekerja asing di sektor industri atau pabrik akan ditempatkan di daerah sub-urban yang biaya hidupnya lebih rendah, namun tetap perlu strategi agar tetap hemat.

Baca Juga: Surat Izin Orang Tua untuk Bekerja di Jepang, Wajib Buat!

Rincian Biaya Hidup di Jepang untuk Pekerja

Supaya lebih mudah memahami, berikut rincian utama pengeluaran bulanan:

1. Tempat Tinggal / Akomodasi

Biaya tinggal menjadi komponen terbesar dari biaya hidup di Jepang untuk pekerja, terlebih jika Anda tidak tinggal di asrama perusahaan.

  • Asrama perusahaan: Gratis atau sekitar ¥10.000 – ¥20.000/bulan
  • Sewa apartemen (1K): ¥30.000 – ¥60.000/bulan tergantung lokasi
  • Share house atau rumah kontrakan bersama: ¥20.000 – ¥40.000/bulan

2. Makan dan Konsumsi

Untuk makan sehari-hari, memasak sendiri tentu jauh lebih murah dibanding makan di luar.

  • Masak sendiri: sekitar ¥20.000 – ¥30.000/bulan
  • Makan di luar sesekali: tambah ¥5.000 – ¥10.000
  • Makan siang di konbini: sekitar ¥500 per sekali makan

3. Transportasi

Jika tempat kerja jauh dari tempat tinggal, maka biaya transportasi akan muncul setiap bulan.

  • Transportasi umum (kereta, bus): ¥5.000 – ¥15.000/bulan
  • Sepeda (beli sekali, hemat jangka panjang): ¥10.000 – ¥15.000
  • Beberapa perusahaan menanggung ongkos transportasi bulanan

4. Tagihan dan Utilitas

Biasanya mencakup listrik, air, gas, dan internet rumah.

  • Listrik + air + gas: ¥7.000 – ¥12.000
  • Internet Wi-Fi: ¥3.000 – ¥5.000
  • Total utilitas: ¥10.000 – ¥17.000 per bulan

5. Asuransi dan Pajak

Biaya ini sering dipotong langsung dari gaji bulanan:

  • Asuransi kesehatan nasional: sekitar ¥2.000 – ¥5.000
  • Pajak penghasilan: 5%–20% tergantung penghasilan
  • Beberapa kontrak sudah menghitung dan memotongnya langsung

6. Biaya Lain-lain

Termasuk pulsa, hiburan, sabun mandi, alat cukur, laundry, dll.

  • Pulsa/kuota: ¥2.000 – ¥3.000
  • Kebutuhan pribadi: ¥3.000 – ¥7.000

Rekap Estimasi Biaya Hidup Pekerja di Jepang per Bulan

KomponenEstimasi (¥/bulan)
Tempat Tinggal¥10.000 – ¥60.000
Makan & Minum¥20.000 – ¥40.000
Transportasi¥0 – ¥15.000
Tagihan & Internet¥10.000 – ¥17.000
Asuransi & Pajak¥2.000 – ¥10.000+
Biaya Pribadi¥5.000 – ¥10.000
Total¥60.000 – ¥150.000

Catatan: Jika ingin lihat angka realistisnya, coba konversi mata uang yen ke rupiah ya.

Apakah Gaji Pekerja Cukup untuk Menutup Biaya Hidup?

Meskipun biaya hidup di Jepang untuk pekerja cukup tinggi, namun gaji pekerja asing relatif bisa mencukupi, bahkan menyisakan tabungan jika hidup hemat.

  • Magang (kenshusei): ¥80.000 – ¥120.000 (setelah potongan)
  • Tokutei Ginou (SSW): ¥150.000 – ¥200.000
  • Potensi tabungan: sekitar ¥20.000 – ¥60.000/bulan tergantung gaya hidup

Namun, apabila gaya hidup konsumtif atau sering belanja, maka tabungan akan sulit dikumpulkan. Maka dari itu, penting bagi pekerja untuk memahami kondisi keuangan sebelum dan sesudah berangkat ke Jepang.

Tips Hemat Biaya Hidup di Jepang

Berikut beberapa strategi agar pengeluaran tetap terkendali:

  • Masak sendiri dan beli bahan di supermarket diskon
  • Gunakan sepeda atau tempat tinggal dekat tempat kerja
  • Manfaatkan fasilitas gratis seperti dapur umum, mesin cuci bersama
  • Cari komunitas atau grup pekerja Indonesia untuk berbagi tips
  • Beli barang bekas layak pakai di toko second seperti Book-Off, Hard-Off

Siapkan Rencana Keuangan Sebelum Berangkat

Karena biaya hidup di Jepang untuk pekerja bisa menyentuh ¥150.000 per bulan tergantung gaya hidup dan lokasi, maka Anda harus mempersiapkan diri secara finansial sejak sebelum keberangkatan. Meskipun gaji di Jepang cukup menjanjikan, kunci keberhasilan tetap terletak pada disiplin mengatur keuangan.

Oleh sebab itu, pahami detail pengeluaran, sesuaikan gaya hidup, dan terus belajar dari pengalaman pekerja lain agar Anda bisa hidup layak, tetap menabung, dan sukses dalam meraih tujuan bekerja di Jepang.

Mau berangkat kerja ke Jepang tapi bingung mulai darimana? Atau sedang cari LPK Jepang terpercaya yang beneran bisa kerja ke Jepang? Sekarang sudah ada LPK Furinkazan, yuk daftar.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *